Hujan Malam Akhir Pekan

Gambar
Photo: Dendysky, 2022 oleh Penulis Pagi ini muncul notifikasi dari laki-laki milik ibunya yang kucintai. Ehh, aku bingung soal cinta dan tak cukup pandai perihal tersebut. Ucapan permohonan maaf yang sering diulang setiap pagi dan esok paginya. Kadang aku, kadang juga laki-laki milik ibunya. Sayang, bolehkah aku memanggilmu seperti itu?. Rasanya pun canggung bila diucapkan dengan perasaan mendalam. Tapi, logatku yang biasanya slengek an alias peringisan membuat kata sayang tak segan-segan keluar. Notif, notifikasi itu kubiarkan menganga. Sebab masing-masing kita hancur dan sadar. Aku diam, kau pun tidur. Siang, kusimak linimasa milikmu, beberapa menit online. Aku diam. Itu berlaku sampai sore menjelang pulang kerja. Sore, aku yakin dengan sepenuh jiwa bahwa kau memberanikan diri untuk menghubungi lewat whats app. Lalu berakhir dengan kericuhan dan maaf untuk segala amarah, sayang.

Catatan Tidak Baik Untuk Beberapa Senior Pada 16 Januari 2020


Untuk senior yang namanya tersamarkan ditulisan ini, jangan lupa dengan kewajiban sebagai mahasiswanya (Skripsi;tugas gila yang dikejar mati-matian untuk mendapatkan gelar di rana sosial).
Terjadi pada sore setelah melaksanakan Musang-nya kepengurusan salah satu lembaga. Terdapat dua rekan se-angkatan duduk bersama tiga senior sialan di depan kantor redaksi (Seingat penulis). Mereka membicarakan kunjungan untuk bulan ini di Trenggalek, namun gagal. Ehh bukan, masih ditangguhkan. Keputusan yang kurang pertimbangan secara matang dan mendapatkan hasil bahwa kunjungan kali ini bertempat di Trawulan pada 16 Januari 2020 pukul 10.00 WIB.
Setelah menunggu dengan menyibukkan diri atau bisa dibilang menunggu dengan merepotkan orang lain, 16 Januari pun tiba. Salah satu sarjana hukum bernama Mujib sedang melakukan revisi skripsi guna untuk memperlancar wisudanya. Ahh, sialan. Berani-beraninya ia memilih memperlancar wisuda, sedang Baha’ kece selaku musuh seangkatannya masih dalam pembuatan skripsi (Kemungkinan hingga saat ini). Mujib si muka polos mendatangi junior paling brengsek (Bisa jadi brengsek se-lembaga; karena didikan para senior) ia berkata “Maaf, hari ini dosen pembimbingku berhalangan dan kemungkinan berangkat sore. Kamu sama As berangkat duluan saja, nanti aku nyusul.” Ahh semakin sialan dia. Ok, akhirnya memutuskan bahwa keberangkatan akan diundur dan dilaksanakan pada 17 Januari 2020 pukul 08.00 WIB.
Pada 17 Januari 2020 pukul 07.00 Tuhan baru saja mengembalikan nyawa junior. Ia bersuci dan meninggalkan sarapan untuk menemui As. Sialnya, As pun baru bangun. Dasar senior-senior sialan, selalu saja melakukan hal-hal yang menyebalkan. Junior baik hati, ia masih bisa tersenyum dan meluaskan hati atas perlakuan seniornya. Semoga engkau memiliki beban hidup yang menyenangkan, junior.
Menuju ke rumah As untuk mengambil nasi milik dewi baik hati. Di lain sisi, junior pun menghubungi keduanya, yakni Mujib dan Sy agar cepat menyusul. Ahh, Sy pun tidak memiliki birahi untuk melanjutkan kunjungan ini dengan alasan Mujib masih sibuk memperlancar wisuda. Mujib lagi Mujib lagi, benar-benar keparat kali ini.
Mujib, semoga engkau menjadi manusia yang menyenagkan untuk kami semua.

Komentar

Kedelai Busuk mengatakan…
Mujib bangsat!
Kedelai Busuk mengatakan…
Bangsat Mujib!
Kaosbiru mengatakan…
Mujib Si Polos
JEJAK mengatakan…
Aku sudah mengirim catatan balasan. Dan jangan lupa untuk membalasnya. Atau kau akan bernasib seperti yang di katakan pemilik akun busuke pada statusnya "kalo nggak ngomong diremehkan. Kalo nggk berkarya direndahkan"

Postingan populer dari blog ini

Hujan Malam Akhir Pekan

Muak

Hilangnya Kesadaran yang Menyenangkan