Hujan Malam Akhir Pekan
Photo: Dendysky, 2022 oleh Penulis
Pagi ini muncul notifikasi dari laki-laki milik ibunya yang kucintai. Ehh, aku bingung soal cinta dan tak cukup pandai perihal tersebut. Ucapan permohonan maaf yang sering diulang setiap pagi dan esok paginya. Kadang aku, kadang juga laki-laki milik ibunya.
Sayang, bolehkah
aku memanggilmu seperti itu?. Rasanya pun canggung bila diucapkan dengan
perasaan mendalam. Tapi, logatku yang biasanya slengek an alias peringisan membuat
kata sayang tak segan-segan keluar.
Notif, notifikasi
itu kubiarkan menganga. Sebab masing-masing kita hancur dan sadar. Aku diam,
kau pun tidur.
Siang, kusimak
linimasa milikmu, beberapa menit online. Aku diam. Itu berlaku sampai sore
menjelang pulang kerja.
Sore, aku yakin
dengan sepenuh jiwa bahwa kau memberanikan diri untuk menghubungi lewat whats
app. Lalu berakhir dengan kericuhan dan maaf untuk segala amarah, sayang.

Komentar