Hujan Malam Akhir Pekan
Terima kasih untuk Dzat pemberi kesempatan. Dengan kesempatan yang Engkau berikan tulisan ini keluar menjadi tulisan sampah yang tak layak dibaca.
Terima kasih buat bapak yang telah sudi meminjamkan laptopnya kepada penulis.
Terima kasih mas yang telah mengambil kesempatan tidurku dan diganti duduk manis di depan laptop milik bapak ini. Tak lupa juga terima kasih perbuatan malam ini yang begitu memuakkan.
Untuk mas juga, Terima kasih sebanyak-banyak atas sikap dan pebuatan anda malam ini. Mungkin saya sebagai perempuan biasa tidak sanggup membalas budi pekerti yang anda berikan. Namun saya hanya bisa berdoa agar anda dalam lindungan Tuhan.
Tak ketinggalam mbak yang sealu tegar dalm menghaapai cobaan. Selalu sabar dalam menyikapi suatu hal, terima kasih.
Selamat atas kemenangan mbak dan mas malam ini, aku kalah.
Untuk anda yang selalu dipercaya. Untuk anda yang selalu jadi panutan, untuk anda yang bijak, untuk anda yang sialan. Penulis sungguh lemah dalam menyikapi perasaan. Ia tak mampu dalam menyikapi keadaan. Menyesalnya lagi, ia memiliki banyak pertimbangan yang selalu gagal.
Perlu anda ketahui, malam ini terjadi sebuah tragedi yang menyebalkan. Semoga sekali dalam seumur hidup seperi cangkrang. Namun penulis yakin hal itu tak mungkin. Keadaan menyebalkan akan terjadi pada dirinya berkali-kali, bahkan hal tersebut akan terus menemani dan kadang menggentayangi.
Perlu anda ketahui. Bumi ini tak punya ujung seperti masalah anda dengan penulis yang selalu muncul. Masalah yang meresahkan penulis belum tentu megganggu anda. Begitu pula sebaliknya. Namun penulis berkeyakinan bahwa hukum kausalitas itu ada dan tidak terbantahkan.
Terima kasih yang telah membaca. Semoga jiwa dan ragamu tenang di mana pun berada.
Salam buat penulis, semoga akal dan firasat serta nafsumu baik-baik saja.
Komentar