Untuk senior yang
namanya tersamarkan ditulisan ini, jangan lupa dengan kewajiban sebagai
mahasiswanya (Skripsi;tugas gila yang dikejar mati-matian untuk mendapatkan
gelar di rana sosial).
Terjadi pada sore
setelah melaksanakan Musang-nya kepengurusan salah satu lembaga. Terdapat dua
rekan se-angkatan duduk bersama tiga senior sialan di depan kantor redaksi
(Seingat penulis). Mereka membicarakan kunjungan untuk bulan ini di Trenggalek,
namun gagal. Ehh bukan, masih ditangguhkan. Keputusan yang kurang pertimbangan
secara matang dan mendapatkan hasil bahwa kunjungan kali ini bertempat di
Trawulan pada 16 Januari 2020 pukul 10.00 WIB.
Setelah menunggu
dengan menyibukkan diri atau bisa dibilang menunggu dengan merepotkan orang
lain, 16 Januari pun tiba. Salah satu sarjana hukum bernama Mujib sedang
melakukan revisi skripsi guna untuk memperlancar wisudanya. Ahh, sialan.
Berani-beraninya ia memilih memperlancar wisuda, sedang Baha’ kece selaku musuh
seangkatannya masih dalam pembuatan skripsi (Kemungkinan hingga saat ini).
Mujib si muka polos mendatangi junior paling brengsek (Bisa jadi brengsek
se-lembaga; karena didikan para senior) ia berkata “Maaf, hari ini dosen
pembimbingku berhalangan dan kemungkinan berangkat sore. Kamu sama As berangkat
duluan saja, nanti aku nyusul.” Ahh semakin sialan dia. Ok, akhirnya memutuskan
bahwa keberangkatan akan diundur dan dilaksanakan pada 17 Januari 2020 pukul
08.00 WIB.
Pada 17 Januari 2020
pukul 07.00 Tuhan baru saja mengembalikan nyawa junior. Ia bersuci dan
meninggalkan sarapan untuk menemui As. Sialnya, As pun baru bangun. Dasar
senior-senior sialan, selalu saja melakukan hal-hal yang menyebalkan. Junior
baik hati, ia masih bisa tersenyum dan meluaskan hati atas perlakuan
seniornya. Semoga engkau memiliki beban hidup yang menyenangkan, junior.
Menuju ke rumah As
untuk mengambil nasi milik dewi baik hati. Di lain sisi, junior pun menghubungi
keduanya, yakni Mujib dan Sy agar cepat menyusul. Ahh, Sy pun tidak memiliki birahi
untuk melanjutkan kunjungan ini dengan alasan Mujib masih sibuk memperlancar
wisuda. Mujib lagi Mujib lagi, benar-benar keparat kali ini.
Mujib, semoga
engkau menjadi manusia yang menyenagkan untuk kami semua.
Komentar