Hujan Malam Akhir Pekan

Gambar
Photo: Dendysky, 2022 oleh Penulis Pagi ini muncul notifikasi dari laki-laki milik ibunya yang kucintai. Ehh, aku bingung soal cinta dan tak cukup pandai perihal tersebut. Ucapan permohonan maaf yang sering diulang setiap pagi dan esok paginya. Kadang aku, kadang juga laki-laki milik ibunya. Sayang, bolehkah aku memanggilmu seperti itu?. Rasanya pun canggung bila diucapkan dengan perasaan mendalam. Tapi, logatku yang biasanya slengek an alias peringisan membuat kata sayang tak segan-segan keluar. Notif, notifikasi itu kubiarkan menganga. Sebab masing-masing kita hancur dan sadar. Aku diam, kau pun tidur. Siang, kusimak linimasa milikmu, beberapa menit online. Aku diam. Itu berlaku sampai sore menjelang pulang kerja. Sore, aku yakin dengan sepenuh jiwa bahwa kau memberanikan diri untuk menghubungi lewat whats app. Lalu berakhir dengan kericuhan dan maaf untuk segala amarah, sayang.

Oecophylla; Oe dan Manusia Keparat


Oecophylla adalah penghuni pohon jeruk belakang rumah. Oe tinggal di sana lebih lama dari kepulangan seorang gadis yang numpang di rumah tersebut. Meski menarik benang lebih jauh dan ruwet, sebenarnya semua makhluk atau bahkan partikelnya atom pun menumpang di bumi yang tua ini. Kembali ke kisah Oe. Oe memiliki jumlah teman yang jauh lebih banyak dari pada si gadis tersebut. Hampir setiap hari, ia bertemu dan mendiskusikan tentang pembongkaran kawasan. Oe dan teman-temannya tidak menyetujui adanya pembongkoran itu.
Oe yang hidup berkoloni sedang menjalani pembacaan isu terkait pembongkaran yang disegerakan oleh manusia. Tiga dari sejenis Oe menemui Formicidae ke rumah tersebut. Mereka mengumpulkan data terkait 5 w+1h. Sayang, data tersebut masih simpnag siur dengan data milik kolega lain. Akibat dari data yang simpang siur tersebut, Oe selaku pemimpin dari perhimpunan belajar terkait pemetaan data penting, kurang penting, hingga tidak penting. Dengan kata lain meng-frem.
Setelah beberapa kali matahari muncul pada waktu semestinya, Oecophylla mendapat hasil yang  akan disampaikan kepada kolega. Hasil tersebut adalah bahwa manusia akan membongkar tempat tinggal mereka pada pukul 15 kurang 3 menit. Ada 3 orang yang melaksanakan pembongkaran, satu bagian pemotongan dan dua lainnya bagian pembakaran. Mekanisme pembongkaran adalah dengan alat tajam yang jumlahnya belum bisa dipastiakan. Di bongkar karena area ini akan dibangun sebuah toko untuk memenuhi perut mereka.
Koloni itu merasa bahwa pembongkaran ini adalah pembongkaran besar-besaran yang dilakukan oleh manusia keparat. Mereka tidak menyadari bahwa masih ada kehidupan yang lain dan lebih penting dari nyawa mereka. Disekolahkan supaya mengerti malah memupuk ketololan. “TOLAK MANUSIA KEPARAT” begitulah slogan yang digaungkan oleh pemimpin perhimpunan.
Di dalam pidatonya Oe mengumandangkan suara atau teriakan yang membangun, Oe ingin seluruh koloni membantu dan melakukan apa yang diserukan olehnya, dalam arti lain hegemoni. Oe sedang menghegemoni seluruh koloni dengan slogan yang diteriakkan. Seluruh koloni pun berterik sama seperti Oe. 
Tak disangka teriakan itu menganggu alat pedengaran manusia. Salah satu dari mereka pun menyuruh si gadis untuk mendatangi kawasan pembongkaran. Di sana pun ditemui bahwa pasukan semut telah memberontak. Mereka melakukan pemogokan gali lubang di area pohon mangga yang beberapa bulan terakhir ditancapkan tidak jauh dari lokasi pembongkaran.
Gadis tersebut pun khawatir apabila sejenis Oe tidak ada yang membuat sarang di pohon mangganya. Pohon yang baru saja ditancapkan beberapa minggu yang lalu itu tidak akan merasakan oksigen di dalam tanah karena tidak ada yang membuat angin-angiun di dalamya. Lalu, tumbuhan tersebut akan mengalami kematian. Seperti kemanusiaan, ucap si Gadis dalam hati.
Gadis pun negosiasi kepada Oe. Oe meminta agar pohon jeruk ini tidak dibongkar karena ini adalah pusat peradaban para Oecophylla. Toko dapat dibangun di sekitar pohon mangga karena belum banyak sejenis Oe yang tinggal di sana. Si Gadis setuju apabila permintaan Oe seperti itu, karena permintaan yang cukup gampang menurutnya. 
Tak disangaka, pada jam yang telah diprediksi Oe dan koleganya pembongkaran itu pun berlangsung. Padahal si Gadis pun telah menceritkan apa yang telah terjadi dilapangan kepada kedua orang tuanya. Akan tetapi Gadis itu tak berdaya, kedua orang tua ditambah satu orang tersangka tetap melaksanakan tugasnya.
Seluruh koloni Oe berhamburan. Terinjak sana sini, berlarian ke sana kemari. Kasihan Oe dan keluarganya, ia mesti mencari tempat tinggal untuk generasinya, begitulah ucap si gadis dengan kucingnya. Kucing pun menjawab “Benar kata si Oe kemarin, manusia itu keparat. Lebih keparat dari pada iblis dan setan.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan Malam Akhir Pekan

Muak

Hilangnya Kesadaran yang Menyenangkan