Hujan Malam Akhir Pekan

Gambar
Photo: Dendysky, 2022 oleh Penulis Pagi ini muncul notifikasi dari laki-laki milik ibunya yang kucintai. Ehh, aku bingung soal cinta dan tak cukup pandai perihal tersebut. Ucapan permohonan maaf yang sering diulang setiap pagi dan esok paginya. Kadang aku, kadang juga laki-laki milik ibunya. Sayang, bolehkah aku memanggilmu seperti itu?. Rasanya pun canggung bila diucapkan dengan perasaan mendalam. Tapi, logatku yang biasanya slengek an alias peringisan membuat kata sayang tak segan-segan keluar. Notif, notifikasi itu kubiarkan menganga. Sebab masing-masing kita hancur dan sadar. Aku diam, kau pun tidur. Siang, kusimak linimasa milikmu, beberapa menit online. Aku diam. Itu berlaku sampai sore menjelang pulang kerja. Sore, aku yakin dengan sepenuh jiwa bahwa kau memberanikan diri untuk menghubungi lewat whats app. Lalu berakhir dengan kericuhan dan maaf untuk segala amarah, sayang.

Bocil:manusia terbodoh se-dunia


Perlu Diketahui Bahwa Tulisan Ini Bertema Kejahatan Intelektual Yang Akan Disambung Dilain Kesempatan. Semoga...
Di suatu hari terdapat tempat karantina untuk orang-orang bodoh seperti kebanyakan manusia. Di tempat itulah hidup beberapa manusia dengan berbagai jenis dan ukurannya. Salah satunya adalah Bocil. Bocil adalah merek manusia berukuran kecil. Entah kecil pemikirannya maupun hatinya. Manusia merek Bocil ini adalah manusia terbodoh se-dunia. Ia masuk karantina hampir dua tahun. Akan tetapi, masuknya Bocil ke dalam karantina bukan karena kebodohan, melainkan disebabkan karena salah satu kawan tidurnya mengatakan bahwa terdapat tempat karantina di sebelah musala. Padahal karantina dekat dengan musala, kenapa yang diberdayakan tidak cerdas-cerdas? Pikir Bocil pada saat itu.
Kemudian ia berniat masuk ke dalam karantina tersebut dengan percaya diri bahwa dia akan menjadi cerdas seperti sedia kala (Sebelum keluar dari rahim ibu). Ternyata, karantina itu tidak jauh dari pemukiman yang di tempati, akan tetapi karantina itu mendadak terasa jauh saat lewat jalur utama. Kenapa bisa dinamakan jalur utama jika menggapai tujuannya terlampau semakin jauh. Benar gila yang menamakan jalur tersebut adalah jalur utama masuk karantina. Untungnya, manusia bermerek Bocil memiliki kesabaran yang lebih untuk menjalankan kaki menuju tempat tersebut.
Di karantina ia menemui berbagai jenis manusia. Terdapat manusia bodoh dengan kualitas dan kuantitas yang bermacam-macam. Terdapat pula jenis kebodohan yang dimiliki oleh tokoh-tokoh yang menghuni karantina, yaitu kebodohan perilaku dan kebodohan bersikap. Bocil menganggap bahwa kebodohan perilaku adalah suatu sikap yang dimunculkan ketika mansuia tersebut mendapat rangsangan dari lingkungan. Sedangkan kebodohan bersikap adalah kebodohan yang murni dimiliki oleh manusia tersebut. Salah satunya adalah manusia berhidung mancung ke depan dan mancung ke dalam. Bocil membenci manusia berjenis  tersebut.
Masuk ke dalam karantina, Bocil merasa bodoh selayaknya manusia yang dilahirkan ke dunia. semakin lama, Bocil merasa bodoh se-karantina. Dan semakin lama lagi, Si Bocil telah merasakan bahwa ia bodoh se-dunia. Entah kebodohan tersebut sudah menuju kebodohan tingkat akhirat atau masih manjing di depan jalur neraka.
Manusia berhidung mancung ke depan dan mancung ke dalam adalah salah satu jenis manusia yang menyebalkan. Mereka berdua selalu di-tuhankan oleh jenis manusia lain. Padahal manusia yang hidup di karantina adalah sebodoh-bodohnya manusia. Bisa-bisanya mereka menuhankan sesama manusia bodoh? Pikir Bocil pada saat itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan Malam Akhir Pekan

Muak

Hilangnya Kesadaran yang Menyenangkan